agen bola terpercaya bandar togel bandar slot nirwana4d

Penasaran Kenapa Pemain Bola Gajinya Mahal? Ini 5 Alasannya

admin

Pernah gak sih kita kepikiran kenapa pemain bola gajinya besar? Atau bahkan pernah gak kalian penasaran kenapa gaji pemain sepak bola jauh lebih besar dari seorang dokter? Kalau pernah, saya akan mencoba menjawab pertanyaan kalian di artikel ini.

Belakangan banyak argumen yang mengatakan bahwa pemain bola tidak layak mendapat gaji yang terlalu besar. Seperti yang diberitakan Forbes, gaji 2 pemain bola terbaik saat ini yakni Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo berkisar di atas 100 juta USD.

Diketahui, gaji Lionel Messi mencapai 126 juta USD (1,7 Triliun) sekaligus menjadikannya sebagai pemain sepak bola dengan gaji termahal di dunia. Sedangkan Cristiano Ronaldo, gajinya menyentuh angka 117 juta USD (1,6 Triliun). Penghasilan tersebut merupakan gabungan antara gaji pokok di klub serta hasil Endorsement selama satu tahun.

Lalu jika saya ditanya apakah saya setuju atau tidak pemain bola mendapat gaji sebesar itu, maka jawaban saya setuju. Mengapa demikian? Berikut 5 alasan yang mendasari opini saya tersebut.

1. “Value” di Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa kita hidup di era dimana gaji/penghasilan kita dihitung seberapa besar “Value” atau nilai yang bisa kita tawarkan ke masyarakat. “Value” yang ditawarkan pemain bola adalah aspek hiburan yang membawa kesenangan atau kebahagiaan bagi penggemarnya

Lantas ada argumen yang mengatakan: “Dokter menyelamatkan banyak jiwa, mereka harusnya mendapat gaji yang lebih tinggi”. Apakah argumen tersebut salah? Tidak sama sekali, argumen tersebut sangat valid. Menyelamatkan banyak jiwa jelas lebih tinggi nilainya dari sekedar “hiburan”.

Namun, pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, mereka menginspirasi dan memberi kebahagiaan kepada jutaan orang meskipun secara tidak langsung. Jika satu dokter bisa menyembuhkan jutaan jiwa orang, dimana logikanya mustahil untuk dilakukan, barulah seorang dokter tersebut layak mendapat gaji yang lebih tinggi dari Messi atau Ronaldo. Argumen yang sama pun berlaku pada profesi lainnya.

2. Menghasilkan Uang Yang Lebih Besar Dari Gaji Mereka

Di dunia kapitalis sekarang ini, apakah ada perusahaan yang rela membayar gaji karyawannya lebih daripada profit yang mereka hasilkan? Ya, tidak ada. Hal tersebut pula berlaku pada klub dan manajemen sepak bola.

Klub dan manajemen tak akan mungkin membayar pemainnya lebih daripada yang bisa pemain tersebut hasilkan. Apabila Barcelona berani membayar Messi sebesar 126 juta USD, itu artinya mereka paham bahwa Messi akan mampu menghasilkan jauh lebih banyak dari 126 juta USD untuk El Barca. Hal yang sama terjadi pada Juventus dan Ronaldo, serta klub dan pemain bola lainnya.

Penjelasan tersebut juga yang menjadi alasan kenapa dokter tak bisa digaji sebesar pemain bola. Itu karena dokter tak bisa menangani terlalu banyak pasien, sehingga profit untuk rumah sakit pun kurang lebih akan sama. Dari mana rumah sakit bisa membayar dokter sangat tinggi kalau dokter tersebut tidak menghasilkan profit yang sangat tinggi pula untuk RS?

3. Tidak Mudah Menjadi Pesepakbola Terbaik di Dunia

Di poin ketiga saya ingin menegaskan bahwa menjadi seorang pesepakbola (terutama yang terbaik di dunia), bukan lah suatu hal yang mudah. Bahkan mustahil untuk dilakukan oleh sebagian orang. Diperlukan talenta (bakat alami) yakni skill yang mumpuni, kemauan belajar, dan kerja keras dalam menjadi pemain terbaik di dunia.

Messi dan Ronaldo sudah membuktikannya, mereka adalah 2 dari sekian juta orang yang terpilih karena mereka punya bakat alami, kerja keras, dan tekat yang kuat untuk mewujudkan mimpi mereka. Banyak yang diberkahi bakat alami, namun karena kurang kerja keras, tak banyak yang bisa menyamai level Messi dan Ronaldo.

Lain halnya dengan profesi lain seperti dokter, profesor, dll. Tanpa bermaksud merendahkan profesi-profesi tersebut, namun bisa dibilang cukup banyak orang yang dapat mencapai posisi sebagai dokter atau profesor meski memang tetap harus bekerja keras.

Dikarenakan pemain yang dapat mencapai level pemain terbaik dunia tersebut sangat langka, maka sangat rasional apabila seorang pemain yang dapat mencapai level tersebut diberikan gaji yang sesuai dengan level mereka pula. Kalau di dalam dunia bisnis, inilah yang disebut demand dan supply. Mereka mahal karena memang mereka sangat dibutuhkan.

4. Karir Pemain Bola Tergolong Singkat

Tidak seperti karir seorang pengusaha atau manager yang masih bisa bekerja optimal hingga usia 50 sampai 60 tahun, karir pesepakbola bisa dibilang sudah “habis” ketika mereka mencapai usia 30 sampai 35 tahun. Diatas umur 35 tahun jarang ada yang bisa mempertahankan permainan terbaiknya, kecuali CR7 dan Zlatan Ibrahimovic.

Setelah karir sepakbola mereka selesai, para pemain bola tersebut harus mencari lapangan pekerjaan lain dan bersaing dengan orang yang memiliki pengalaman serta tingkat edukasi yang lebih tinggi. Bagus kalau ada yang sukses menjadi pelatih seperti Zidane dan Pirlo, namun hal tersebut tak terjadi kepada semua pesepakbola.

Banyak yang gagal melanjutkan karir mereka selepas bermain bola terutama yang bermain di liga kasta 2 seperti Championship League dan Serie B. Mereka akhirnya bangkrut dan menjadi pecandu miras atau narkoba, karena gagal keep up dengan lifestyle semasa menjadi pemain bola. Maka dari itu, gaji mereka yang besar semasa bermain adalah salah satu modal untuk melanjutkan hidup setelah pensiun bermain bola.

5. Pengorbanan Yang Dilakukan Oleh Pesepakbola

Sesungguhnya untuk sukses kita tidak pernah tahu apa yang dikorbankan oleh seseorang. Pendidikan, family time, teman, kehidupan sosial, waktu liburan, pacar, waktu istirahat, semua hal tersebut bisa dibilang adalah hal biasa bagi kita, namun cukup didambakan oleh orang yang berprofesi sebagai pemain bola.

Kita ambil contoh pemain muda seperti Mason Greenwood dan Kylian Mbappe. Disaat orang seusia mereka sibuk mengenyam pendidikan dan bersosialisasi bersama teman sebayanya, mereka berdua harus disibukan dengan latihan dan memperdalam ilmu sepakbola guna mempertahankan performa mereka di atas lapangan hijau.

Selain kehilangan waktu bersama orang terdekat dan teman-teman mereka, para pesepakbola tersebut juga harus bertahan di bawah tekanan dari para awak media. Terang saja, sekali performa mereka redup, jempol para jurnalis selalu siap siaga menulis kritikan untuk para pesepakbola tersebut.

***

Itulah realita yang harus dihadapi para pemain bola. Jadi apabila ditanya, apa mereka layak digaji sedemikian besar? Maka, jawabannya adalah “Ya, mereka pantas”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

4 Olimpiade Berturut-turut Selalu Dapat Medali, Eko Yuli Irawan Cetak Rekor

Atlet angkat besi Tanah Air, Eko Yuli Irawan memastikan Indonesia mendapat tambahan medali dari ajang Olimpiade Tokyo 2020. Tampil di Tokyo International Forum, Eko Yuli Irawan yang mengikuti nomor 61kg Putra, sukses meraih medali perak lewat catatan angkatan 302kg. Snatch terbaik miliknya ada di angka 137kg disusul 165kg pada clean […]